MANSAMO LIBRARY

  • Beranda depan
  • News
  • Profile
    Sejarah Falsafah Logo Pustakawan Info Perpustakaan Tugas dan Fungsi Visi dan Misi Struktur Organisasi
  • Layanan
    Perpustakaan Digital Area Keanggotaan Perpanjang Peminjaman Mandiri Kritik dan Saran Book Review Permintaan Buku Data Permintaan Buku
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Perpustakaan Kemenag
    • Pustaka Keagamaan
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Pusaka Indonesia
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Literasi Keuangan
    Pencarian
    • Indonesia One Search
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • Scopus
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    Alat
    • Mendeley
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • BSE
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • English Collection
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Thai Melayu Persia

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Mangir

Fiction

Mangir

Toer, Pramoedya Ananta - Personal Name;

Setelah Majapahit runtuh pada 1527. Jawa kacau balau dan bermandi darah. Kekuasaan tak berpusat, tersebar praktis di seluruh kadipaten, kabupaten, bahkan desa. Perang terus-menerus menjadi untuk memperebutkan penguasa tunggal. Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, dan arsitektur tidak lagi ditemukan. Selama hampir satu abad jawa dikungkung oleh pemerintah teror, yang berpolakan tujuan menghalalkan cara.

Latar belakang kisah Mangir karya Pramoedya Ananta Toer ini adalah keruntuhan Majapahit pada tahun 1527, akibat dari keruntuhan Majapahit, kekuasaan tak berpusat tersebar di seluruh daerah Jawa yang menyebabkan keadaan kacau balau. Perang terus terjadi untuk merebut kekuasaan tunggal, perang tersebut tentu saja menjadikan Pulau Jawa bermandikan darah. Sehingga yang muncul di Jawa adalah daerah-daerah kecil (desa) yang berbentuk Perdikan (desa yang tidak mempunyai kewajiban membayar pajak kepada pemerintah penguasa) dan menjalankan sistem demokrasi desa, dengan penguasanya yang bergelar Ki Ageng.

Adalah Ki Ageng Pemanahan menguasai Mataram dan mendirikan Kota Gede pada 1577. Kemudian Panembahan Senapati, anak Ki Ageng Pemanahan naik menjadi Raja Mataram. Saat bersamaan muncul pula sebuah daerah Perdikan Mangir dengan pemimpinnya atau biasa disebut tua Perdikan yang bernama Ki Ageng Mangir Wanabaya seorang pemuda gagah dan berani beserta saudara angkatnya yang bernama Baru Klinting. Tak hanya berdua, Perdikan Mangir memperoleh bantuan dari beberapa orang demang yang masing-masing memiliki daerah kekuasaan pula. Demang Patalan, Demang Jodog, Demang Pandak, dan Demang Pajangan adalah orang-orang yang setia selalu membantu Wanabaya.


Ketersediaan
037625812 TOE mMansari LibTersedia - For Loan
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
812 TOE m
Penerbit
Kepustakaan Populer Gramedia : Jakarta., 2020
Deskripsi Fisik
xilix, 141 hlm.: Ilus.; 20 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786026208804
Klasifikasi
812
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
sejarah
Drama
Fiksi
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/manmojok/pustaka.man1mojokerto.my.id/template/adhi/detail_template.php on line 106
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

LOKASI MANSAMO LIBRARY

LINK TERKAIT

  • Information
  • Visitor Counter
  • Login Staff
  • Login Member
  • Website Literasi
  • Website Madrasah

FOLLOW


© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by Adhi SLiMS
Select the topic you are interested
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search